Baca 10 detik
- Transaksi belanja online yang meningkat mendorong kenaikan kasus penipuan berkedok layanan pengiriman.
- Laporan resmi mencatat ribuan aduan terkait phishing, situs tiruan, dan QR code penarikan dana.
- Masyarakat perlu mengecek informasi, bersikap curiga, dan membatalkan interaksi yang meragukan.
Korban diminta memindai QR yang disebut sebagai biaya tambahan atau pengembalian dana. Faktanya, QR tersebut justru menarik dana korban apabila dilakukan scan.
Dengan meningkatnya kecanggihan teknik penipuan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang datang secara tiba-tiba.