Program MBG Bikin Permintaan Tempe di Aceh Meningkat

Salah satu pelaku usaha, Zikra, menyampaikan bahwa permintaan tempe meningkat setelah adanya program tersebut.

Suhardiman
Rabu, 19 November 2025 | 12:08 WIB
Program MBG Bikin Permintaan Tempe di Aceh Meningkat
Ilustrasi Tempe.(Freepik/tyasindayanti)
Baca 10 detik
  • Program MBG meningkatkan permintaan tempe di Banda Aceh dan Aceh Besar.
  • Produksi tempe Zikra naik dari 500–700 kilogram menjadi satu ton per hari. 
  • Pengrajin tempe menghadapi kenaikan harga kedelai hingga Rp9.900 per kilogram.

SuaraSumut.id - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar membawa dampak signifikan pada sektor pengolahan kedelai, khususnya bagi para pengrajin tempe.

Salah satu pelaku usaha, Zikra, menyampaikan bahwa permintaan tempe meningkat setelah adanya program tersebut.

"Kini ada peningkatan permintaan tempe setelah ada program MBG. Walau kebutuhan tempe untuk program MBG tidak setiap hari," katanya, melansir Antara, Rabu 19 November 2025.

Menurut penuturan Zikra, sebelum adanya program MBG, produksi tempe di usahanya berkisar 500–700 kilogram kedelai per hari. Namun sejak program MBG berjalan, produksi mencapai satu ton.

Kebutuhan satu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan hingga 550 batang tempe untuk satu hari. Sedangkan usaha tempenya melayani lima dapur MBG.

"Pemenuhan tempe untuk program MBG tidak rutin setiap hari. Setiap dapur MBG menyampaikan kebutuhannya. Setiap kebutuhan tempe selalu dapat kami penuhi," ujar Zikra.

Menurutnya yang jadi persoalan di kalangan pengrajin tempe yakni harga kedelai yang kini terus meningkatkan. Harga kedelai sebelum Rp 9.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 9.900 per kilogram.

"Harga kedelai terus meningkat karena permintaan meningkat. Apalagi program MBG ada di seluruh daerah, tidak hanya di Aceh. Kebutuhan kedelai untuk Aceh dipasok dari Sumatera Utara," jelasnya.

Kendati harga kedelai terus bergerak naik, Zikra mengatakan usahanya tempe yang diproduksinya tetap terus beroperasi. Dan tempe yang dijual juga tidak mengalami perubahan ukuran serta harga.

"Harga tempe yang kami jual kepada pedagang tidak mengalami kenaikan yakni Rp1.100 per batang ukuran kecil. Begitu ukuran, tidak kami kurangi, walau harga kedelai terus merangkak naik," kata Zikra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini