2 Prajurit TNI Hanyut saat Evakuasi Korban Banjir di Tapsel, Ditemukan Selamat

Situasi makin sulit karena akses jalan di sejumlah titik tertutup longsor.

Suhardiman
Rabu, 26 November 2025 | 12:21 WIB
2 Prajurit TNI Hanyut saat Evakuasi Korban Banjir di Tapsel, Ditemukan Selamat
Ilustrasi banjir.(Unsplash/Wes Warren)
Baca 10 detik
  • Dua prajurit TNI hanyut saat evakuasi banjir di Tapsel, Sumut, pada Selasa, 25 November 2025, pukul 10.00 WIB.
  • Kedua prajurit yang terseret arus deras tersebut berhasil ditemukan selamat pada hari yang sama oleh tim gabungan.
  • Bencana banjir dan longsor di 11 kecamatan ini mengakibatkan delapan warga meninggal dan ribuan lainnya mengungsi.

SuaraSumut.id - Dua prajurit TNI hanyut dan sempat dinyatakan hilang saat proses evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Peristiwa itu terjadi di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Selasa 25 November 2025 sekira pukul 10.00 WIB.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Harahap mengatakan awalnya empat prajurit TNI turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga.

"Empat prajurit yang turun ke lokasi diterjang arus deras hingga dua di antaranya sempat hanyut dan dinyatakan hilang," katanya, Rabu 26 November 2025.

Saat proses evakuasi warga, debit air tiba-tiba naik dan menyeret Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting. Situasi makin sulit karena akses jalan di sejumlah titik tertutup longsor.

Tim gabungan pun melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.35 WIB, Sertu Nelwan ditemukan dalam kondisi selamat.

Petugas kemudian mencari Serda Dame Ginting dengan melakukan penyisiran hingga ke wilayah sekitar Desa Garoga.

Serda Dame akhirnya ditemukan selamat di rumah warga Desa Batu Horing, Kecamatan Batangtoru, sekitar pukul 19.30 WIB.

"Ia diduga terseret arus beberapa meter sebelum berhasil mencapai tempat lebih tinggi dan kemudian ditolong warga setempat," katanya.

Diketahui, banjir dan tanah longsor menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.

Hasil kaji cepat sementara, dua bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan yang meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan dan Angkola Muaratais.

Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.

BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini