- Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumut terus bertambah.
- Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak.
- Data korban masih sementara dan akan terus diperbarui.
SuaraSumut.id - Jumlah korban meninggal bencana Sumut kembali bertambah. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat hingga Jumat (9/1/2026) sore, total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam di wilayah tersebut mencapai 374 orang.
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops PB Sumut, korban meninggal bencana Sumut bertambah dua orang dari data sebelumnya. Pada Rabu (7/1/2026), jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 372 orang. Pembaruan data ini dilakukan seiring proses pendataan yang masih terus berlangsung di lapangan.
Pusdalops PB merinci, dari 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana, sebanyak 12 daerah melaporkan adanya korban meninggal bencana Sumut.
Wilayah dengan jumlah korban tertinggi berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 129 orang meninggal dunia. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 93 orang dan Kota Sibolga dengan 55 korban jiwa.
Selain itu, Kabupaten Tapanuli Utara mencatat 36 korban meninggal, Kabupaten Humbang Hasundutan 10 orang, serta Kota Padangsidimpuan satu orang. Data juga menunjukkan korban meninggal di Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak dua orang dan Kota Medan sebanyak 12 orang.
Sementara itu, di wilayah lain, Kabupaten Langkat melaporkan 16 korban meninggal, Kabupaten Deliserdang 17 orang, Kabupaten Nias dua orang, dan Kabupaten Nias Selatan satu orang.
Seluruh data tersebut dihimpun sebagai bagian dari laporan sementara yang terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa data korban yang dirilis Pusdalops PB masih bersifat sementara.
Proses verifikasi dan pendataan terus dilakukan oleh petugas di masing-masing daerah terdampak.
“Ia mengatakan berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan masing-masing wilayah dan sejumlah pemangku kebijakan terkait,” katanya.
Sri Wahyuni menambahkan, informasi terkait perkembangan penanganan bencana, termasuk pembaruan jumlah korban meninggal bencana Sumut, akan terus disampaikan kepada publik.
“Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya,” katanya.
Hingga kini, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan pihak terkait masih berlangsung untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta pendataan korban dilakukan secara menyeluruh dan akurat. (Antara)