- TNI AD meresmikan jembatan bailey di Nias Selatan pada 10 Maret 2026 untuk mengatasi isolasi pascabencana.
- Jembatan sepanjang 33 meter dengan kapasitas 10 ton ini dibangun untuk memulihkan akses distribusi dan pendidikan warga.
- Kasad menyatakan TNI AD telah menyelesaikan 220 jembatan di Indonesia, dengan 1.076 lainnya masih dalam proses pembangunan.
SuaraSumut.id - Warga Desa Sifalago Gomo dan Desa Balohili Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, kini bisa bernapas lega. Mereka berterima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjutak, karena membuat mereka tidak lagi terisolasi sejak banjir dan tanah longsor melanda November tahun lalu.
Sebab, TNI AD melalui Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan sudah merampungkan pembangunan jembatan bailey strategis yang menghubungkan kedua desa tersebut.
Jenderal Maruli sendiri yang langsung meresmikan pembukaan jembatan di MKecamatan Boronadu tersebut, Selasa (10/3/2026).
Sebelum jembatan itu dibangun, akses utama antar-desa tersebut hancur total akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Nias Selatan.
Baca Juga:7 Daerah di Indonesia dengan Korban PHK Terbanyak Januari 2026, Sumatera Utara Termasuk?
![Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sejenak bermain dengan anak-anak, di sela-sela persemian Jembatan Bailey di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026). [Dispenad]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/52632-jenderal-maruli-simanjuntak-di-nias-selatan-2.jpg)
Warga juga harus bertaruh nyawa menyeberangi sisa reruntuhan atau aliran sungai yang deras, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya itu, kerusakan tersebut sempat menghambat distribusi pangan, hingga menyulitkan anak-anak sekolah untuk menjangkau fasilitas pendidikan.
Dalam kunjungannya, Jenderal Maruli menegaskan proyek infrastruktur jembatan yang dikerjakan oleh TNI AD tidak hanya terfokus di satu titik, melainkan masif dilakukan di seluruh pelosok Tanah Air.
Jenderal bintang empat ini mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan mengenai kecepatan pengerjaan infrastruktur oleh korps baret hijau tersebut.
“Sudah jadi 220 sebetulnya per hari ini, sudah jadi di seluruh Indonesia. Di wilayah bencana 145 jembatan sudah jadi. Kalau akan dibangun, sekarang yang berproses ada 1.076 jembatan, jadi setiap hari ada saja yang jadi, jembatan ini,” ungkap Kasad di hadapan warga dan pejabat daerah yang hadir.
Baca Juga:Danone Indonesia Perkuat Pemulihan Air Bersih dan Layanan Kesehatan di AcehSumut
Spesifikasi Tangguh untuk Mobilitas Warga
Jembatan bailey yang diresmikan ini bukan sekadar bangunan darurat. Memiliki panjang 33 meter dan lebar 3,65 meter, struktur jembatan ini dirancang untuk mampu menopang kapasitas angkut hingga 10 ton.
Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini dipastikan aman untuk dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi maupun kendaraan logistik lainnya.
Keamanan pengguna menjadi prioritas utama dalam pembangunan ini. Struktur jembatan telah dilengkapi dengan papan lantai yang kokoh, serta balok pengapit untuk menjamin kenyamanan masyarakat saat melintas, baik dengan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki.
Pengerjaan proyek ini dilakukan secara intensif oleh personel ahli dari Zidam I/Bukit Barisan dan Yonzipur 1/DD, dengan dukungan penuh dari Kodim 0213/Nias.
Kehadiran jembatan ini diyakini akan memberikan efek domino bagi perekonomian lokal.