- Dinas Kesehatan Aceh mencatat 281.984 anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap selama periode tahun 2021 hingga 2025.
- Rendahnya cakupan imunisasi menyebabkan tingginya ancaman penyakit campak bagi ribuan anak di seluruh wilayah Aceh.
- Dinkes Aceh mengupayakan peningkatan imunisasi melalui sosialisasi pemerintah daerah untuk mengatasi keraguan orang tua terhadap imunisasi.
"Kalau secara nasional pada 2026 ini, kita 1,9 persen, atau baru 2 persen anak-anak bayi kita di Aceh yang sudah imunisasi lengkap. Dan itu kita menduduki peringkat ke 37, diatas Papua Pegunungan yang baru 0,1 persen," ujarnya.
Hasil survei Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya imunisasi bukan keterbatasan fasilitas, melainkan keraguan dan ketakutan orang tua.
"Ada yang memang sama sekali tidak mau ya. Jadi, kekhawatirannya itu lebih besar saat sebelum pelaksanaan imunisasi, dan tidak mengetahui manfaat yang terbaik dari imunisasi itu sendiri," katanya.
Upaya Pemerintah Mengejar Ketertinggalan Imunisasi
Terhadap kondisi ini, lanjut dia, Dinkes Aceh terus berupaya meningkatkan imunisasi anak Aceh, salah satunya dengan mendekati pemerintah daerah masing-masing agar dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat.
Langkah ini sudah terbukti berjalan, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, pemerintahan disana memberikan dukungan penuh, sehingga pelaksanaan imunisasi di sana terjadi peningkatan.
"Dan sekarang kita sedang mencoba di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, Aceh Besar, karena daerah ini capaian imunisasinya sangat rendah sekali, mudah-mudahan dengan pendekatan tersebut kita bisa melakukan peningkatan di 2026 ini," katanya.