- Oknum polisi diperiksa Propam Polda Sumut terkait dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap terduga pencuri sawit.
- Insiden kekerasan di perkebunan PT Milano Labuhanbatu tersebut memicu kemarahan puluhan warga Desa Sei Nahodaris.
- Korban berinisial RA menderita luka tembak serta luka robek akibat benda tumpul dan dirujuk ke rumah sakit.
SuaraSumut.id - Video yang menampilkan seorang oknum polisi diduga melakukan penembakan dan menganiaya terduga pencuri berondolan sawit di perkebunan PT Milano, Kabupaten Labuhanbatu, viral di media sosial.
Dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap RA memicu kemarahan warga di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.
Puluhan warga mendatangi salah satu perumahan di kawasan perkebunan sawit PT Milano setelah beredarnya video yang memperlihatkan warga meluapkan kekesalan dan mempertanyakan keberadaan pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Peristiwa itu mencuat setelah RA yang diduga mengambil berondolan sawit, diamankan oleh petugas keamanan perusahaan. Namun, setelah keluar dari area perkebunan, pria tersebut ditemukan warga dalam kondisi terluka.
Dalam informasi yang beredar, RA kemudian dibawa ke Puskesmas Labuhanbilik untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di puskesmas, RA mengalami luka robek di bagian kepala yang diduga akibat benda tumpul. Ia juga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian pinggang dan paha kanan.
Karena kondisi lukanya, RA selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Rantauprapat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dugaan kekerasan tersebut memicu reaksi warga hingga mereka mendatangi perumahan perkebunan untuk mencari pihak yang diduga melakukan penembakan.
Buntut kejadian ini Propam Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap oknum polisi itu tengah berlangsung di Propam Polda Sumut.
"Iya benar lagi diperiksa di Propam (Polda Sumut)," katanya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ferry, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah penggunaan senjata api dalam peristiwa itu telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Propam mendalami apakah proses penembakannya sesuai prosedur atau tidak," ujarnya.
Ferry menegaskan, penanganan kasus tersebut masih berlangsung di Polda Sumut.
Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada penyidik untuk mengusut perkara itu secara profesional dan transparan.