Tikus Masuk ke Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya

Segera perbaiki kebocoran yang ditemukan dan pastikan tidak ada genangan air yang bertahan terlalu lama.

Suhardiman
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Tikus Masuk ke Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya
Ilustrasi tikus [Pexels/ardeshir etemad]
Baca 10 detik
  • Tikus masuk ke atap rumah melalui celah bangunan karena mencari makanan, air, dan tempat berlindung.
  • Atap yang gelap, jarang dibersihkan, serta pipa bocor membuat tikus bersarang dan berkembang biak.
  • Atasi masalah ini dengan menutup lubang, menghilangkan sumber air, dan membersihkan area persembunyian tikus.

SuaraSumut.id - Suara berisik dari balik plafon saat malam hari bisa menjadi tanda adanya tikus di atap rumah. Masalah ini kerap dianggap sepele, padahal tikus yang dibiarkan bersarang dapat berkembang biak, merusak bagian rumah, hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi penghuni.

Tikus merupakan hewan pengerat yang mencari tiga kebutuhan utama untuk bertahan hidup, yaitu makanan, air, dan tempat berlindung. Area atap rumah dapat menjadi lokasi ideal bagi tikus karena cenderung gelap, jarang dijangkau manusia, dan memiliki banyak celah untuk bersembunyi.

Lantas, apa penyebab tikus masuk ke atap rumah? Bagaimana cara mengusirnya agar tidak kembali? Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, tanda keberadaan tikus, dan langkah pencegahannya.

1. Ada Celah atau Lubang di Bagian Atap Rumah

Salah satu penyebab tikus masuk ke atap rumah adalah adanya celah atau lubang yang menjadi jalan masuk. Kerusakan genteng, sambungan atap yang renggang, ventilasi tanpa pelindung, hingga lubang di sekitar jalur pipa dapat dimanfaatkan tikus untuk masuk ke dalam bangunan.

Celah yang terlihat kecil belum tentu aman. Tikus memiliki tubuh yang fleksibel sehingga mampu melewati lubang yang ukurannya lebih kecil daripada perkiraan banyak orang.

Setelah berhasil masuk, tikus dapat bergerak di antara rangka atap, plafon, dan bagian bangunan lain yang jarang diperiksa. Jika menemukan tempat yang aman, hewan ini berpotensi menjadikannya lokasi persembunyian atau sarang.

Karena itu, pemilik rumah perlu memeriksa kondisi atap secara berkala. Perhatikan bagian genteng, lisplang, ventilasi, sambungan bangunan, serta lubang di sekitar kabel dan pipa.

Jika menemukan celah, tutup menggunakan bahan yang kuat dan tahan terhadap gigitan tikus. Untuk lubang ventilasi, gunakan kawat kasa atau pelindung logam yang sesuai agar sirkulasi udara tetap berjalan tanpa memberikan akses masuk bagi hama.

2. Area Atap Gelap dan Jarang Dibersihkan

Kondisi atap rumah yang gelap, sepi, dan jarang diperiksa dapat membuat tikus merasa aman. Apalagi jika terdapat tumpukan barang, kardus, kain bekas, atau material lain yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian.

Area yang jarang dijangkau penghuni juga memungkinkan tikus bergerak tanpa sering terganggu. Apabila kebutuhan makanan dan air tersedia di sekitarnya, tikus bisa bertahan lebih lama di area tersebut.

Masalahnya, keberadaan tikus sering kali baru diketahui setelah muncul suara cakaran, bunyi langkah kecil, atau benda yang bergeser dari balik plafon. Dalam kondisi tertentu, kotoran dan bau tidak sedap juga dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas tikus.

Jika tidak segera ditangani, tikus dapat membuat sarang dan berkembang biak. Akibatnya, jumlah tikus di rumah berpotensi meningkat dan proses pengendaliannya menjadi lebih sulit.

Untuk mencegah kondisi tersebut, bersihkan area penyimpanan secara rutin dan hindari menumpuk barang yang tidak diperlukan. Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup serta tempat sampah memiliki penutup yang rapat.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan di sekitar dapur, gudang, dan plafon karena tikus dapat berpindah dari satu bagian rumah ke bagian lainnya.

3. Ada Kebocoran Pipa atau Sumber Air

Selain mencari tempat berlindung, tikus membutuhkan air untuk bertahan hidup. Kebocoran pipa di sekitar atap, talang, atau bagian bangunan yang tersembunyi dapat menyediakan sumber air yang menarik bagi hewan pengerat tersebut.

Kondisi ini bisa menjadi lebih bermasalah apabila area yang bocor juga memiliki banyak celah dan tempat persembunyian. Tikus berpotensi menetap di sekitar lokasi tersebut selama kebutuhan dasarnya masih tersedia.

Kebocoran air juga dapat menimbulkan masalah lain, seperti kayu yang lembap, kerusakan plafon, dan pertumbuhan jamur. Jika dibiarkan, kerusakan bangunan dapat semakin meluas.

Oleh sebab itu, periksa pipa air, sambungan saluran, talang, serta area yang menunjukkan tanda rembesan. Segera perbaiki kebocoran yang ditemukan dan pastikan tidak ada genangan air yang bertahan terlalu lama.

Langkah ini bukan hanya membantu mengurangi daya tarik lingkungan bagi tikus, tetapi juga menjaga kondisi bangunan tetap baik.

Cara Mengusir Tikus dari Atap Rumah agar Tidak Kembali

Mengetahui penyebab tikus masuk ke atap rumah merupakan langkah awal. Selanjutnya, pemilik rumah perlu melakukan penanganan sekaligus mencegah tikus kembali masuk. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

1. Periksa dan Tutup Semua Jalan Masuk

Periksa bagian atap, ventilasi, lubang pipa, sambungan dinding, dan area sekitar kabel. Tutup celah menggunakan material yang kuat dan tahan gigitan. Namun, pastikan tidak ada tikus yang masih terperangkap di dalam rongga atap sebelum menutup akses yang digunakan untuk keluar-masuk.

2. Hilangkan Sumber Makanan dan Air

Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup, bersihkan sisa makanan, dan buang sampah secara teratur. Perbaiki pipa bocor serta singkirkan genangan air di sekitar rumah. Semakin sedikit sumber makanan dan air yang tersedia, semakin kecil daya tarik lingkungan rumah bagi tikus.

3. Bersihkan Area yang Menjadi Sarang

Singkirkan barang-barang yang menumpuk dan berpotensi menjadi tempat persembunyian. Jika terdapat kotoran tikus, jangan langsung menyapunya dalam keadaan kering atau menggunakan penyedot debu karena partikel yang terkontaminasi dapat menyebar ke udara.

Gunakan sarung tangan, basahi kotoran dengan disinfektan sesuai petunjuk produk, lalu bersihkan dengan cara yang aman. Hindari mencampur bahan pembersih kimia, terutama pemutih dengan produk lain. Jika sarang berada di ruang sempit atau area yang sulit dijangkau, pertimbangkan meminta bantuan petugas pengendalian hama.

4. Gunakan Perangkap dengan Aman

Perangkap tikus dapat digunakan untuk membantu mengendalikan tikus yang sudah berada di dalam rumah. Pilih jenis perangkap yang sesuai dan letakkan di lokasi yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.

Hindari menggunakan racun tikus secara sembarangan di rongga atap. Tikus yang mati di tempat tersembunyi dapat menimbulkan bau tidak sedap, sementara penggunaan racun juga berisiko bagi manusia dan hewan lain jika tidak ditangani dengan benar.

5. Hubungi Jasa Pengendalian Hama Jika Diperlukan

Jika suara tikus terus terdengar, kotoran kembali muncul, atau kerusakan atap semakin parah, jasa pengendalian hama dapat menjadi pilihan. Petugas profesional dapat membantu mengidentifikasi jalur masuk, menemukan lokasi persembunyian, menentukan metode penanganan yang sesuai, dan menyusun langkah pencegahan agar tikus tidak kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini