SuaraSumut.id - Bawaslu Medan melakukan pemanggilan untuk klarifikasi terkait laporan Hasan Basri Sinaga, warga Simpang Kantor, Kecamatan Medan Marelan.
Hasan melaporkan calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution atas dugaan pelanggaran kampanye.
Hal itu terjadi ketika Akhyar mengunjungi Rumah Tahfiz di Jalan Persamaan, Medan Amplas beberapa waktu lalu.
"Saya diminta klarifikasi terkait laporan saya. Apa yang saya lihat itulah yang saya sampaikan tadi," kata Hasan Basri usai memberikan klarifikasi di kantor Bawaslu Medan, Jalan Sei Bahorok, Selasa (20/10/2020).
Ia mengaku, mendapati adanya foto salah seorang calon bersama beberapa santri di Rumah Tahfiz itu.
"Saya baru pulang dari Barubara dan kebetulan lewat, saya lihat ada acara di situ tapi udah selesai," ujarnya.
"Pelanggarannya saya nilai dia berfoto dengan santri-santri. Di sekolah kan tidak boleh, makanya saya lapor," ujarnya.
Komisioner Bawaslu Medan, Taufiqurahman membenarkan adanya laporan terkait dugaan pelanggaran dari warga tersebut.
"Hari ini kita memanggil pelapor terkait laporan yang disampaikan salah seorang warga. Laporannya terkait dugaan kampanye," kata Taufiq.
Baca Juga: Alami Sesak Nafas dan Bisul, Tersangka Narkoba Tewas di RS Bhayangkara
Selain memanggil pelapor, Bawaslu juga memanggil terlapor, yakni Akhyar Nasution untuk dimintai klarifikasi. Namun hingga kini terlapor belum juga datang.
"Kita juga memanggil terlapor, tapi belum datang sampai saat ini," ujarnya.
Laporan itu masih dalam proses penyelidikan di Gakumdu, apakah ada indikasi pelanggaran kampanye.
Sejauh ini, kata Taufiqurahman, baru satu kasus dugaan pelanggaran indikasi pidana yang masuk ke Bawaslu Medan.
"Iya, makanya ditangani di Gakumdu karena ada indikasi pidana menggunakan fasilitas pendidikan," bebernya.
Menurut Taufiq, status pasangan calon melekat pada diri seseorang setelah ditetapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, Rumah hingga Sekolah Rusak
-
Imigrasi Sumut Dorong Pencegahan PMI Nonprosedural Lewat 171 Desa Binaan-53 Pimpasa
-
Prabowo Dorong Masyarakat Punya Rekening, BRI Siap Perkuat Inklusi Keuangan Nasional
-
Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Medan Tak Diketahui Keberadaannya Sejak 2010
-
Komplotan Rayap Besi Curi Kabel Kapal Kargo di Belawan