SuaraSumut.id - Keluarga guru besar dan pendiri Fakultas Ekonomi Profesor THM Tobing polisikan rektorat Universitas Sumatera Utara (USU).
Pelaporan tersebut terkait dugaan perusakan saat pengosongan rumah dinas di Jalan Universitas, kampus USU, Padang Bulan Medan.
"Kita melaporkan dugaan perusakan saat proses pengosongan rumah yang dilakukan beberapa orang suruhan rektorat USU," kata Ruben Tobing, anak dari TMHL Tobing, di Mapolda Sumut, Senin (29/3/2021).
Dalam proses pengosongan yang dilakukan puluhan orang diketahui sebagai petugas Satpam itu, sejumlah barang rusak, seperti jendela, pintu dan pintu garasi.
"Mereka menggunakan martil, gergaji dan lainnya," ujarnya.
Laporan tertuang dengan Nomor: STTLP/624/III/ 2021/SUMUT/ SPKT "I" tertanggal 29 Maret 2021 atas nama pelapor Ruben Tobing.
Kuasa hukum keluarga TMHL Tobing, Ranto Sibarani mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan perusakan lantaran rumah dinas yang didiami keluarga guru besar dan pendiri Fakultas Ekonomi USU masih dalam proses gugatan di Pengadilan Tinggi (PT) Medan.
"Mengapa kita laporkan perusakan karena pada proses eksekusi pada tanggal 24 Maret 2021 itu, rumah yang didiami keluarga almarhum TMHL Tobing itu masih proses perkara di PT Medan dan belum ada putusan," kata Ranto.
Gugatan banding atas rumah tersebut kata Ranto, atas hak ganti rugi dari rumah dinas nomor 8 yang berada di Jalan Universitas kampus USU.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Jurnalis Tempo Ditangani Tim Khusus Bentukan Kapolda Jatim
"Karena belum ada putusan dan pihak USU dengan melakukan pembongkaran dan pengrusakan secara sepihak. Ini lah yang dilaporkan beliau ke Polda Sumut," jelasnya.
Ranto mengaku, keluarga TMHL Tobing mendiami rumah dinas tersebut atas dasar hukum, yakni adanya Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU).
Penempatan rumah nomor 8 di Jalan Universitas itu berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Nomor: 10/H/SKP/75 tentang Penunjukan Penghuni Rumah Dinas.
"Kita berharap dan percaya bahwa penegak hukum paham bahwa setiap perkara yang masih dalam proses pengadilan, tidak boleh ada pihak yang main hakim sendiri, harus menghormati proses hukum. Kita berharap Polda Sumut nanti dapat memanggil pihak terkait dalam dugaan pengrusakan ini, dalam hal ini rektor dan pembantu rektor V yang memberi perintah pengosongan paksa tersebut," pungkasnya.
Kontributor : Muhlis
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya