- Prajurit TNI AL dari KRI Imam Bonjol-383 menggerebek pesta sabu di kapal ikan KM Aries Indo XVIII.
- Penindakan dilakukan di perairan utara Pulau Pusung pada Kamis, 11 Juni 2026, setelah petugas menemukan bukti narkotika.
- Enam awak kapal ditangkap dan dibawa ke Markas Kodaeral I Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
SuaraSumut.id - TNI Angkatan Laut (AL) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia dari aktivitas ilegal.
Prajurit yang bertugas di KRI Imam Bonjol-383 berhasil membongkar dugaan penyalahgunaan narkotika di atas kapal ikan KM Aries Indo XVIII saat melakukan patroli rutin.
Aksi penindakan ini dilakukan di wilayah perairan utara Pulau Pusung pada Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di laut yang terus diintensifkan oleh jajaran Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Belawan, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, membeberkan bahwa penangkapan bermula ketika KRI Imam Bonjol-383 mendeteksi pergerakan kapal ikan yang mencurigakan pada koordinat 04°10'000" U – 098°31'000" T.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, KM Aries Indo XVIII diketahui sedang berlayar dari Belawan menuju daerah penangkapan ikan (fishing ground).
Petugas kemudian memutuskan untuk melakukan prosedur pemeriksaan dan penggeledahan (visit, board, search, and seizure) sesuai standar operasional TNI AL.
"Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika di atas kapal," ujar Kolonel Wahyu Kurniawan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 47 bungkus plastik kecil bekas pakai yang diduga digunakan sebagai kemasan sabu-sabu, satu bungkus plastik yang masih berisi serbuk diduga narkotika, tiga alat isap atau bong, empat korek api, serta empat botol bong plastik yang salah satunya masih dalam kondisi terisi.
Temuan tersebut menjadi indikasi kuat adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba yang dilakukan awak kapal selama menjalankan operasi penangkapan ikan di laut.
Baca Juga: Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
Tidak hanya menemukan barang bukti, petugas juga melakukan pendalaman terhadap seluruh awak kapal. Hasilnya, enam orang anak buah kapal (ABK) mengakui telah menggunakan sabu selama berada di laut.
"Pengakuan enam awak kapal tersebut semakin menguatkan dugaan adanya pelanggaran hukum yang terjadi di atas kapal. Saat ini proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkap asal-usul barang serta kemungkinan adanya jaringan yang terlibat," jelas Wahyu.
Sebagai tindak lanjut, KRI Imam Bonjol-383 langsung mengawal KM Aries Indo XVIII menuju Markas Komando Kodaeral I Belawan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pada pukul 03.15 WIB, kapal berhasil sandar dengan aman di Dermaga Selatan Kodaeral I Belawan. Seluruh awak kapal beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada petugas untuk proses hukum lebih lanjut.
Menurut Wahyu, pengungkapan kasus ini menunjukkan keseriusan Kodaeral I dan TNI Angkatan Laut dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam keselamatan pelayaran dan keamanan nasional.
"Kodaeral I bersama TNI Angkatan Laut akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah perairan Indonesia. Tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan narkotika, baik di darat maupun di laut," tegasnya.
Berita Terkait
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Dipanggil KPK Terkait Dugaan Pemerasan, Kajari Medan: Dipanggil Tuhan Pun Siap
-
Transaksi Pakai Bitcoin, Jaringan Vape Narkoba 'Labubu' Asal Singapura Digulung di Medan
-
Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut
-
Lantik 17 Pejabat Fungsional-3 PNS, Kakanwil Imigrasi Sumut Sampaikan Pesan Penting
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki