alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

109 Ton Ikan Mati di Danau Toba, Diduga Akibat Cuaca Buruk

Suhardiman Jum'at, 23 Oktober 2020 | 22:14 WIB

109 Ton Ikan Mati di Danau Toba, Diduga Akibat Cuaca Buruk
Kondisi ikan dalam KJA mati mendadak di Kabupaten Samosir (Foto: Istimewa)

Dugaan sementara matinya ikan itu disebabkan akibat cuaca buruk.

SuaraSumut.id - Seratusan ton ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumut, mendadak mati. Dugaan sementara matinya ikan itu disebabkan akibat cuaca buruk.

"Data sementara kita ada 38 KJA yang ditemukan ikan mati mendadak. Perkiraannya jumlahnya mencapai 109 ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir Vicktor Sitinjak, Jum’at (23/10/2020).

Dijelaskan Victor, kebanyakan ikan yang mati di KJA berada di Desa Ogung-Ogung, Kecamatan Pangururan. Ikan yang mati mulai terlihat sejak Kamis (22/10/2020) kemarin.

"Jadi kemarin kan ada angin kencang, karena airnya dangkal mengakibatkan air berputar ke bawah. Naiklah kotoran dari bawah keramba sehingga tidak dapat bernafas akibat kekurangan oksigen," ungkapnya.

Matinya ikan tersebut bukanlah pertama kali terjadi. Pada tahun lalu, matinya ikan pernah terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Samosir.

"Jadi bukan karena penyakit, namun karena angin dan air berputar ke bawah sehingga kekurangan oksigen," ujarnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang sama, lanjutnya, pihaknya mengimbau KJA yang beroperasi di perairan dangkal agar dipindahkan ke lokasi yang lebih dalam.

"Sehingga kalau pun air berputar, dia tidak ke atas tapi hanya di bawah," bebernya.

Akan Dikubur Massal

Untuk bangkai ikan yang mati, kata Vicktor, pihaknya akan menguburkan secara massal untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait