facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gubernur Edy Soal Pilkada Medan: Yang Menang Pasti Marga Nasution

Chandra Iswinarno Rabu, 09 Desember 2020 | 12:38 WIB

Gubernur Edy Soal Pilkada Medan: Yang Menang Pasti Marga Nasution
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menggunakan hak suaranya di Pilkada Medan. [Foto: Istimewa]

Ia berpesan, kepada Walikota Medan terpilih nantinya untuk membuktikan diri mampu mensejahterakan rakyat.

SuaraSumut.id - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menggunakan hak suaranya di Pilkada Medan 2020, pada Rabu (9/12/2020).

Edy dan istri mencoblos di TPS 023, Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.

Usai mencoblos, Edy berkelakar jika pemenangan Pilkada Medan adalah yang bermarga Nasution.

Ia berpesan, kepada Walikota Medan terpilih nantinya untuk membuktikan diri mampu mensejahterakan rakyat.

Baca Juga: Pilkada 2020 Digelar Hari Ini, Mahfud MD: Pilih Pemimpin yang Baik

"Yang pasti menang marga Nasution. Siapapun yang menang dia akan memimpin kota Medan, ibukota Sumut, sejahterakan rakyat ini, pastikan anda mampu," katanya.

Edy meminta masyarakat untuk menggunakan hak suara dalam Pilkada Serentak 2020.

Edy juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, pakai masker, atur jaraknya, cuci tangan mengikuti intruksi panitia pemilihan.

"23 kab/kota rakyat melakukan pesta demokrasinya. Siapapun nggak boleh ikut campur dalam urusan pribadi rakyat kita masing-masing," katanya.

Kepada para calon kepala daerah yang bertarung, Edy meminta untuk siap menang dan siap kalah.

Baca Juga: Pantau Situasi Pilkada Serentak 2020, Tim Pemenangan RAMAH Turunkan Satgas

"Dalam pertandingan ada yang menang ada yang kalah, siapa yang siap bertanding, harus siap kalah, yang menang pasti ada," katanya.

"Yang menang juga jangan euforia, harus siap melaksanakan tugas mensejahterakan rakyatnya. Yang kalah introspeksi diri, berarti rakyat tidak menghendaki, bukan karena anda tidak baik, khususnya di Medan dan seluruh Sumut," pungkasnya.

Ia meminta masyarakat untuk bersama mengawasi jalannya Pilkada serentak 2020 dan mengantisipasi kecurangan.

"Ada sistem yang mengaturnya (kecurangan), kalau tidak benar ada wadah hukum untuk melaporkan. Lakukan wadah itu sehingga semua bisa terorganisir dan rakyat kita bisa jalan layaknya yang sudah direncanakan," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait