Viral Prajurit TNI Menangis Minta Tolong: Tangan Anak Saya Putus Pak

Ia menangis meminta keadilan atas kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan tangan anaknya putus.

Farah Nabilla
Rabu, 13 Januari 2021 | 08:47 WIB
Viral Prajurit TNI Menangis Minta Tolong: Tangan Anak Saya Putus Pak
Prajurit TNI menangis karena tangan anaknya putus. [Instagram/@memomedsos]

SuaraSumut.id - Seorang pria prajurit TNI menangis meratapi nasib anaknya yang mengalami kecelakaan kerja. Video tangisan memohon pertolongannya pun viral di sosial media.

Prajurit TNI yang bernama Serda Lili Muhammad Ginting itu meminta tolong di depan Mapolres Pematangsiantar dengan membawa anaknya.

"Tolong saya Bapak. Saya hanya ingin menuntut keadilan yang terjadi pada anak saya sehingga tangannya putus. Tolong kami Pak," pintanya seperti yang terkam dalam video yang dibagikan akun Instagram @memomedsos.

"Bapak pimpinan TNI tolong kami Pak," imbuh dia sambil terisak di balik maskernya.

Baca Juga:Keluarga Bantah Anggota DPRD Pematangsiantar Meninggal Karena Bunuh Diri

Ia kemudian menunjukkan bagian tangan kiri anaknya yang terpotong. Serda Lili menceritakan bahwa nasib nahas itu menimpa anaknya sejak 8 bulan lalu karena kecelakaan kerja di sebuah perusahaan beton.

"Sudah 8 bulan belum ada juga tindak lanjutnya," imbuhnya.

Menyadur Hops.id -jaringan SuaraSumut.id, Kehadiran Serda Lili di Mapolres Pematangsiantar tak lain untuk mendampingi putranya dalam kaitan sebagai saksi dan pemeriksaan lanjutan dalam kasus kecelakaan kerja tersebut.

Kuasa hukum Teguh dan Serda Lili, Dedi Faisal menyampaikan kekecewaannya lantaran korban sudah beberapa kali diperiksa tapi tidak ada penyelesaian.

“Terkait pemeriksaan Teguh sudah menyampaikan saat ditanya apa yang mau disampaikan. Pertama terkait PT Agung Beton yang tidak melaksanakan keselamatan kerja, dibuktikan pada robek karet di konveyor bawah. Rusak selama sebulan, tetapi PT Agung Beton tidak memperbaiki,” kata Dedi.

Baca Juga:Anggota DPRD Pematangsiantar Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri

Atas peristiwa itu, korban meminta pertanggungjawaban pimpinan perusahaan PT. Agung Beton yakni Teguh Juanda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini