Upaya untuk menyembuhkan kedua buah hatinya telah dilakukan dengan membawa ke beberapa rumah sakit.Namun anehnya sampai saat ini tidak diketahui apa penyakit yang diderita kedua bocah itu. Setiap rumah sakit yang didatanginya untuk berobat selalu memberikan penjelasan yang berbeda-beda pula.
"Ada yang bilang virus kucing, ada kanker dan ada pula yang bilang penyakit turunan," tuturnya.
Selain itu, kendala biaya menjadi hal yang dihadapi Nisa. Sehingga kedua buah hatinya kerap menahan perih kesakitan lantaran tidak lagi menjalani pengobatan.
Apalagi, kata Nisa, dirinya bukan warga asli Kota Medan, melainkan perantau dari Kabupaten Mandailing Natal."Biaya jadi kendala, karena tidak sanggup bayar BPJS, bukan belum diurus," jelasnya.
Baca Juga:Stok Vaksin Menipis, Vaksinasi COVID 19 di Batam Bisa Terhambat
Ia mengaku tidak sanggup membiayai perobatan anaknya. Terlebih suaminya hanya seorang buruh tani.Penghasilannya hanya cukup bagi biaya hidup dan membeli susu Zakira.
Saat ini Nisa tinggal di Medan menumpang di tempat adiknya untuk meminta bantuan. Namun bantuan juga tidak kunjung didapat.