Jerit Parbetor Saat Pemberlakuan PPKM Darurat di Medan: Streslah, Stres!

Sebagian lagi memilih tidur di dalam bak penumpang, sejenak melupakan runyamnya kenyataan yang kian menghimpit.

Suhardiman
Kamis, 15 Juli 2021 | 16:33 WIB
Jerit Parbetor Saat Pemberlakuan PPKM Darurat di Medan: Streslah, Stres!
Parbetor di Medan menjerit butuh bantuan akibat PPKM Darurat. [Suara.com/M Aribowo]

Warga Bantu Warga

Dame mengutarakan, sejauh ini bantuan yang diterima para parbetor hanya dari warga.

"Kadang ada warga yang lewat dikasih kami nasi bungkus, ada yang kasih beras. Itulah paling, kalau dari pemerintah belum ada," ungkapnya.

Dame berharap agar kiranya pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyat kecil yang terdampak PPKM darurat.

Baca Juga:Kasatpol PP Gowa Minta Maaf Anggotanya Pukuli Ibu Hamil

"Ya perhatikan nasib kami gimana, saat ini kami pada menjerit, kalau terus begini gawat," tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat menetapkan 15 daerah di luar Jawa dan Bali melaksanakan PPKM Darurat. Salah satu daerah itu adalah Kota Medan.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan akan melakukan komunikasi dengan daerah-daerah yang ada di sekitar Kota Medan terkait PPKM darurat.

Hal itu dikatakan Edy usai menggelar rapat secara virtual yang dihadiri Wali Kota Medan Bobby Nasution tentang PPKM Darurat dengan Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto, terkait klasifikasi daerah penyebaran Covid-19, Jumat (9/7/2021).

"Kita informasikan kepada 5 Kabupaten dan Kota tetangga nya Kota Medan untuk juga melakukan bersama sama mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penumpukan di Kota Medan sampai 20 Juli," katanya.

Baca Juga:PPKM Darurat, Arema FC Jadikan Website Resminya Tempat Lapak Jualan UMKM

Dalam rapat tersebut juga dibahas langkah antisipasi penyebaran Covid-19 varian delta. Salah satu langkah yang akan diambil adalah membuat aturan PPKM darurat di Kota Medan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini