Bobby Nasution Gelontorkan Dana Rp 198 Miliar untuk Turunkan Stunting di Medan

Pemkot Medan sendiri telah menggelontorkan anggaran Rp 198 miliar untuk menurunkan angka stunting di Kota Medan.

Suhardiman
Kamis, 07 Juli 2022 | 09:40 WIB
Bobby Nasution Gelontorkan Dana Rp 198 Miliar untuk Turunkan Stunting di Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda memberikan penjelasan terkait kabar hilangnya sepeda motor saat HUT Kota Medan. [Suara.com/M.Aribowo]

SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, jumlah anak stunting yang tercatat di Kota Medan sebanyak 550 balita, 20 persen diantaranya bayi di atas dua tahun.

Pemkot Medan sendiri telah menggelontorkan anggaran Rp 198 miliar untuk menurunkan angka stunting di Kota Medan.

"Pemkot Medan pada tahun 2022 telah membuat 15 program dan 16 kegiatan serta 29 sub kegiatan yang dilakukan oleh 10 OPD," kata Bobby, Kamis (7/7/2022).

Bobby mengatakan, dengan diselenggarakannya Harganas di Kota Medan menjadi motivasi bagi pihaknya lebih terpacu menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya.

Baca Juga:Kode Redeem Free Fire, 7 Juli 2022: Serbu Voucher dan Bundle Ekslusif dari Garena

"Besar harapan Harganas ini jadi wadah bagi kita untuk saling belajar dan aplikasikan kegiatan yang tepat guna untuk turunkan angka stunting, baik di Kota Medan atau wilayah seluruh nusantara," kata Bobby.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, stunting menjadi ancaman terhadap kualitas generasi muda Indonesia.

Oleh karena itu, peran serta masyarakat untuk menurunkan angka stunting menjadi sangat penting untuk menciptakan generasi unggul di tahun 2045.

"Dalam rangka mencapai bonus demografi, kita menghadapi generasi yang populasinya cukup besar yaitu generasi muda," kata Hasto.

Hasto merinci, generasi muda Indonesia saat ini sebanyak 24,4 persen mengalami stunting, 9,8 persen memiliki mental emotional disorder, 5 persen napza, dan 1 persen autisme, serta 3 persen difabel.

Baca Juga:Rating 'Extraordinary Attorney Woo' Unggul Meski Tayang di Channel Baru

Dirinya menyayangkan jika Indonesia tidak bisa menikmati bonus demografi lantaran memiliki generasi penerus yang tidak produktif.

"Sehingga hampir 40 persen generasi muda kita kurang optimal. Kalau kita bisa menurunkan angka stunting, kita bisa mengurangi faktor pemberat SDM. SDM ini juga investasi yang penting," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini