MUI Serukan Gelar Salat Ghaib untuk Korban Bencana di Sumut hingga Aceh

Begitupula bacaan dan segala caranya sama dengan shalat jenazah. Dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud.

Suhardiman
Sabtu, 29 November 2025 | 15:05 WIB
MUI Serukan Gelar Salat Ghaib untuk Korban Bencana di Sumut hingga Aceh
Pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
Baca 10 detik
  • MUI menyerukan salat ghaib serentak di seluruh Indonesia untuk para korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.
  • Seruan ini bertujuan memprioritaskan bantuan mendesak dan mencari korban yang masih terkendala akses.
  • Salat ghaib sah setara salat jenazah dengan empat takbir tanpa rukuk serta sujud mengikuti tata cara tertentu.

SuaraSumut.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan salat ghaib untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

"MUI menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya, untuk menyelenggarakan salat ghaib secara serentak, baik di mushala, masjid, pondok pesantren, maupun lembaga-lembaga pendidikan yang lain," kata Wasekjen MUI Bidang Penanggulangan Bencana, KH Mabroer MS, melansir dari situs MUI Digital, Sabtu 29 November 2025.

Langkah tersebut penting, terutama dalam mencari para korban yang masih hilang maupun penyediaan kebutuhan mendesak.

"Agar supaya para korban yang notabene terputus seluruh aksesnya bisa mendapatkan prioritas, terutama dari pemberian sembako," ujarnya.

Pihaknya mendukung gerak cepat pemerintah pusat dalam mengirimkan bantuan melalui pesawat atau helikopter.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk segera mengoordinasikan dengan pihak berwenang dalam mengirimkan bantuan. Tujuannya, agar bantuan yang dikirimkan tidak salah sasaran akibat mimimnya informasi di lapangan.

"Agar supaya semua potensi bantuan bisa terkumpul dan terkoordinasi dengan baik dan sampai ke tujuan dengan benar, jangan sampai kita salah kirim," katanya.

Tata Cara Salat Ghaib

Melansir situs NU Online, salat ghaib hukumnya sah sebagaimana saalat jenazah. Begitupula bacaan dan segala caranya sama dengan shalat jenazah. Dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Diawali dengan niat, kemudian membaca surat al-fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram). Kemudian takbir kedua membaca shalawat atas nabi minimal shalawat pendek "allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad". Lalu mendo’akan mayit setelah takbir ketiga yang berbunyi:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu (untuk Jenazah laki-laki)

Allahummaghfirlaha, warhamha, wa ‘afihi wa’fu anha (untuk Jenazah perempuan)

Ya Allah ampuniah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia Dan terakhir, setelah rakaat keempat disunnahkan membaca do’a sebelum salam.

Adapun do’a setelah takbir keempat adalah:

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini