SuaraSumut.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Medan Iskandar Muda menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar di media sosial terkait dugaan perilaku personal yang melibatkan oknum pekerja bukan merupakan bagian dari aktivitas pekerjaan dan tidak mencerminkan budaya kerja BRI.
BRI memandang bahwa tindakan tersebut merupakan ranah pribadi individu dan tidak memiliki keterkaitan dengan operasional maupun penugasan kedinasan di lingkungan perusahaan.
Pemimpin Cabang BRI Medan Iskandar Muda, Zulherman Isfia, menegaskan bahwa BRI memiliki standar etika, disiplin, dan profesionalisme yang tinggi yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja tanpa terkecuali.
“BRI tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran terhadap kode etik dan ketentuan internal. Perilaku yang bersifat personal dan menyimpang tidak dapat dikaitkan dengan institusi maupun budaya kerja BRI yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,” tegas Zulherman.
Baca Juga:BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
Lebih lanjut, BRI telah melakukan langkah cepat dengan melakukan penelusuran internal secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang terjadi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan disiplin, BRI memastikan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
“Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan perusahaan tanpa toleransi (zero tolerance), sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga kepercayaan publik,” tambah Zulherman.
BRI juga menegaskan bahwa sebagai salah satu institusi perbankan terbesar di Indonesia, perusahaan secara konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko yang kuat, serta budaya kerja berbasis integritas dalam seluruh lini operasional. ***
Baca Juga:BRI Resmikan Pegadaian di Timor Leste, Ekspansi Global Dimulai