Warung Nasi-Coffee Shop di Medan Menjerit Saat Listrik Padam Massal: Tak Ada Pemasukan

Menurutnya, pemadaman listrik terjadi secara tiba-tiba saat usahanya sedang beroperasi.

Suhardiman
Minggu, 24 Mei 2026 | 15:09 WIB
Warung Nasi-Coffee Shop di Medan Menjerit Saat Listrik Padam Massal: Tak Ada Pemasukan
Listrik padam massal. [Suara.com / M. Aribowo]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik total di Kota Medan pada 22–23 Mei 2026 menyebabkan pelaku usaha warung dan coffee shop merugi.
  • Blackout tersebut memaksa para pelaku usaha menutup tempat usahanya lebih awal karena ketiadaan pasokan listrik selama operasional.
  • Para pemilik usaha kehilangan pendapatan harian dan mendesak PLN memberikan kompensasi berupa potongan biaya atau bonus token listrik.

Ia berharap kompensasi dapat diberikan kepada masyarakat maupun pelaku usaha kecil yang mengalami kerugian selama blackout berlangsung.

“Haruslah ada kompensasi. Dari 24 jam ini kerugian aku terima, kan,” ujarnya.

Menurut Bonyak, kompensasi tidak harus selalu berupa uang tunai. Ia menilai potongan pembayaran listrik atau tambahan token listrik bisa menjadi solusi yang meringankan beban pelanggan.

“Minimal ada potongan bayar listrik, atau diskon kek. Yang bayar bulanan mungkin bayar setengah bulan. Kalau yang pakai token, dikasih bonus KWH,” katanya.

Sebagai pelaku usaha, ia mengaku kehilangan target pendapatan harian selama dua hari blackout berlangsung.

“Biasanya setiap hari aku tembus target. Dalam waktu dua hari, dua kali target hilang. Itu kerugian, 100 persen kerugian,” tutupnya.

Terpisah, pemadaman listrik massal juga membuat pelaku usaha warung nasi di Medan menjerit.

Warung nasi Bunda Ika yang berada di Jalan Perjuangan, Setia Budi, Medan, yang biasanya buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB, mengaku mengalami penurunan omzet cukup drastis selama pemadaman listrik terjadi.

Reza, anak pemilik Warung Bunda Ika, mengatakan kondisi warung menjadi jauh lebih sepi dibanding hari biasanya. Menurutnya, blackout membuat target penjualan harian tidak tercapai.

“Omzet pasti berkurang bang. Yang pasti sepi dari biasanya, jauh dari target," jelasnya.

Ia menyebut, dalam kondisi normal omzet harian warung bisa mencapai sekitar Rp500 ribu per hari. Namun saat listrik padam, pemasukan yang didapat hanya berkisar Rp200 ribuan.

Kontributor : M. Aribowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini