- Sebanyak 600 hektare lahan sawah di Kabupaten Nagan Raya mengalami kekeringan parah per tanggal 8 Juni 2026.
- Penyebab utama kekeringan adalah minimnya curah hujan serta penurunan debit air signifikan pada saluran irigasi pertanian.
- Dinas Pertanian Nagan Raya berupaya menyelamatkan tanaman padi melalui sistem giliran air dan penyediaan pompa bantuan.
Desa Pulo Ie: 15,75 hektare
Kekeringan juga melanda Kecamatan Suka Makmue. Dua desa yang tercatat mengalami dampak cukup signifikan adalah Desa Seumambek dengan luas lahan terdampak mencapai 30,34 hektare serta Desa Macah sekitar 68,38 hektare.
Kedua desa tersebut termasuk ke dalam kategori lahan sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau karena tidak memiliki sumber air alternatif yang memadai.
Kondisi ini menyebabkan tanaman padi milik warga mulai menunjukkan gejala layu, pertumbuhan terhambat, hingga berpotensi mengalami penurunan produksi secara drastis jika tidak segera ditangani.
"Saluran irigasi saat ini mengalami penurunan debit air yang cukup parah sehingga kebutuhan air tanaman padi tidak terpenuhi. Kami terus memantau pergerakan dampaknya di lapangan agar bisa segera diambil tindakan penyelamatan," ucapnya.
Sebagai solusi mengatasi persoalan kekeringan ini, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah diantaranya melakukan pengaturan giliran air pada wilayah pemanfaatan irigasi yang persediaan airnya terbatas.
Kemudian melakukan gotong-royong bersama masyarakat untuk membersihkan endapan atau hambatan di saluran irigasi, termasuk sudah mengusulkan bantuan pompa air serta pencarian sumber air alternatif (sumur bor dangkal).
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi pintu air dan pengecekan sepanjang jaringan irigasi untuk mencegah kebocoran air, serta melakukan pendataan secara berkala terhadap luas lahan yang terdampak.