- Masyarakat yang berkunjung ke Sumatera Utara perlu memahami lima kata kasar dalam bahasa Batak agar tidak menyinggung lawan bicara.
- Lima istilah kasar tersebut meliputi bujanginam, loak, bodat, heang, serta jampurut atau jappurut yang memiliki arti menghina.
- Wisatawan disarankan menggunakan bahasa Indonesia yang sopan dan menghindari penggunaan kata bahasa Batak yang belum diketahui maknanya.
4. Heang
Heang termasuk istilah yang memiliki konotasi vulgar dan berkaitan dengan alat kelamin perempuan. Karena mengandung makna seksual dan dapat digunakan sebagai hinaan, istilah ini termasuk kata yang sebaiknya dihindari dalam percakapan sehari-hari.
Apalagi ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau berada dalam situasi formal. Menggunakan istilah vulgar dapat dianggap tidak memiliki etika dalam berkomunikasi.
5. Jampurut atau Jappurut
Istilah jampurut, yang juga dapat ditulis atau dilafalkan jappurut dalam penggunaan tertentu, disebut memiliki konotasi negatif ketika diarahkan kepada seseorang.
Dalam konteks yang diberikan, istilah tersebut digunakan sebagai sebutan bernada kasar terhadap seseorang yang dianggap liar, tidak peduli, atau berperilaku kurang baik.
Sama seperti istilah lainnya, penggunaan kata ini sangat bergantung pada konteks, dialek, serta hubungan antara pembicara dan lawan bicara.
Cara Berkomunikasi agar Tidak Menyinggung Orang Batak
Jika belum memahami bahasa Batak dengan baik, menggunakan bahasa Indonesia secara sopan merupakan pilihan yang aman.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
- Hindari menggunakan kata yang belum diketahui maknanya.
- Jangan meniru umpatan hanya karena mendengarnya dari orang lain.
- Perhatikan usia dan status lawan bicara.
- Jangan menjadikan bahasa daerah sebagai bahan lelucon.
- Tanyakan arti sebuah kata kepada penutur asli jika memang ingin mempelajarinya.