- Pria berinisial H tewas terjepit akibat longsor gorong-gorong di Jalan Sewindu Medan pada Selasa (3/11/2026).
- Korban diduga bersama seorang rekannya berniat mengambil kabel jaringan telepon di dalam saluran tersebut saat subuh.
- Kapolsek Medan Baru menyatakan evakuasi jenazah menggunakan alat berat memakan waktu tiga jam karena lokasi yang sempit.
SuaraSumut.id - Seorang pria berinisial H ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Sewindu, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (3/11/2026).
Peristiwa nahas tersebut sontak menghebohkan warga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam gorong-gorong yang berada tepat di bawah badan jalan beraspal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga masuk ke saluran gorong-gorong bersama seorang rekannya pada waktu subuh. Keduanya disinyalir berniat mengambil kabel jaringan telepon yang berada di dalam saluran tersebut.
Namun, saat menjalankan aksinya, dinding penahan gorong-gorong tiba-tiba runtuh. Material tanah dan batu kemudian menimpa tubuh korban hingga membuatnya terjepit dan tidak mampu menyelamatkan diri.
"Kita kerahkan alat berat untuk melakukan evakuasi jenazah saudara H ini," kata Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang G Hutabarat.
Bambang menerangkan proses evakuasi berlangsung cukup sulit dan memakan waktu sekitar tiga jam lantaran posisi korban berada di bagian gorong-gorong yang sempit.
Terkait dugaan pencurian kabel, Kapolsek menyebut informasi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah saksi. Korban diduga tertimpa longsoran saat sedang menggali atau mengambil kabel di dalam gorong-gorong.
"(Diduga) pencurian kabel. Nahas, di dalam terjadi longsor. Ada batu yang membuat korban terjepit sehingga tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.
Bambang mengatakan pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa korban tidak beraksi sendirian. Seorang rekannya yang berada di lokasi kejadian disebut berhasil menyelamatkan diri ketika longsoran terjadi, kemudian meninggalkan tempat tersebut.
"Informasi dari masyarakat yang kami terima, dini hari mereka mau melakukan aksinya berdua. Saat insiden terjadi, temannya menyelamatkan diri dan langsung melarikan diri," imbuhnya.
Tak pelak, peristiwa ini mengundang perhatian besar masyarakat. Ratusan warga terlihat memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung dramatis.
Kontributor : M. Aribowo