SuaraSumut.id - Polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap Jefri Wijaya (39), yang mayatnya ditemukan di jurang Berastagi, Karo, Sumatera Utara.
Polisi menyebut, pembunuhan terhadap korban dipicu masalah utang judi online. Di mana tersangka Edo Siswanto yang memberi perintah melakukan penagihan.
Tersangka Handi sebagai penerima order dan Muhammad Dandi terlibat dalam tahapan perencanaan hingga konsolidasi.
Tersangka Selamat Nurdin alias Tukak dan Budi Arianto terlibat menculik korban. Sedangkan Arif terlibat dalam proses meninggalnya korban di tempat kejadian perkara (TKP) II.
"Harusnya ada 7 tersangka di sini, tapi satu sedang dilakukan pengembangan. Jumlah tersangka lebih dari 10-14 orang," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Irwan Anwar dalam paparannya, Rabu (23/9/2020).
Peristiwa berawal dari utang seseorang bernama Dani kepada Edi. Korban sendiri merupakan penjamin dari utang tersebut.
"Tersangka Edi bermain judi online dengan Dani, dan menang. Seharusnya Dani membayar Rp 700 juta kepada Edi, dijaminkan oleh korban," ujarnya.
Setelah ditunggu-tunggu tidak kunjung ada penyelesaian dari Jefri. Edi lalu memerintah tersangka lainnya untuk memancing korban keluar.
Para tersangka menghubungi korban dengan alasan hendak membeli mobil. Tersangka mengatur skenario untuk bertemu korban di pintu tol. Setelah bertemu korban dibawa menuju kawasan Marelan.
Baca Juga: Resmi! KPU Tetapkan 3 Pasangan Calon Walkot-Wawalkot Binjai
"Ada dua lokasi yang menjadi tempat eksekusi korban. Pertama di satu rumah kontrakan, di sana korban disiksa dengan selang dalam kondisi tangan dan mata terikat. Di lokasi kedua, kembali disiksa dengan memasukkan air ke mulut, hingga korban tewas," ujarnya.
Setelah korban tidak bernyawa, para tersangka kembali bertemu di salah satu cafe untuk merencanakan pembuangan jenazah.
Mereka kemudian membawa jasad korban menggunakan mobil ke arah Kabupaten Tanah Karo, dan membuangnya di jurang kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Desa Doulu Kecamatan Berastagi.
Usai melakukan eksekusi, para tersangka kembali melakukan konsolidasi untuk menghilangkan jejak.
"Mereka sepakat memusnahkan handphone dengan cara dirusak. Ada 8 handphone milik pelaku ini hancur semua," ungkapnya.
Irwan mengatakan, para tersangka dijanjikan upah Rp 15 juta, namun uang tersebut belum sempat diserahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke Kuta Tengah
-
Jadwal SIM Keliling Medan 7-13 September 2026, Cek Lokasinya
-
Bandara Kualanamu Tiadakan Penerbangan ke Jakarta hingga Senin Sore
-
Daftar 4 Bandara Ditutup Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
BRI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Lampung Financial Festival 2026