Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Turki Uji Coba Tahap Akhir Vaksin Corona Buatan China

Suhardiman Kamis, 17 September 2020 | 12:20 WIB

Turki Uji Coba Tahap Akhir Vaksin Corona Buatan China
Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri upacara peringatan Hari Kemenangan ke-98 di Anitkabir, makam pendiri Turki modern Ataturk, di Ankara, Turki, Minggu (30/8/2020). [ANTARA FOTO/Presidential Press Office/Handout via REUTERS/AWW/djo]

Hasil uji coba akan dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

SuaraSumut.id - Turki memulai uji coba tahap terakhir vaksin corona buatan China, bernama Sinovac, Rabu (16/9/2020).

"Pemberian pertama vaksin Sinovac dimulai pada tiga petugas kesehatan di Universitas Hacettepe. Mereka sukarela mengambil bagian dalam uji coba," kata Menkes Kesehatan Fahrettin Koca.

Vaksin akan diberikan kepada 1.200-1.300 petugas kesehatan selama 10 hari. Dosis kedua akan diberikan 14 hari setelahnya. Hasil uji coba akan dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia mengatakan, Turki tetap melanjutkan upayanya sendiri dalam mengembangkan vaksin. Kandidat vaksin Sinovac akan diberikan kepada para relawan yang memiliki penyakit kronis. Vaksinasi direncanakan akan dilakukan pada 13.000 orang.

Ia mengatakan, 63 lebih orang meninggal karena COVID-19 dalam 24 jam terakhir, dan ada 1.771 kasus baru.

Minggu lalu diumumkan bahwa pengerjaan tahap 3 telah dimulai pada kandidat vaksin China dan pada kandidat vaksin lain yang dikembangkan oleh Pfizer.

"Permintaan Rusia untuk melakukan uji coba fase III atas vaksin eksperimental sedang dievaluasi, dan keputusan kemungkinan akan dibuat pekan ini," katanya.

China sedang melakukan vaksinasi eksperimental anti virus corona pada puluhan ribu warganya.

Langkah itu menarik minat internasional meski ada kekhawatiran di kalangan para ahli soal keamanan obat yang belum menyelesaikan pengujian standar.

China meluncurkan program penggunaan darurat vaksin pada Juli. Otoritas negara itu menawarkan tiga suntikan eksperimental yang dikembangkan oleh unit raksasa farmasi negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Biotech yang terdaftar di AS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait