alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masyarakat Medan Diimbau untuk Waspada Paham Radikal

Chandra Iswinarno Rabu, 02 Desember 2020 | 09:48 WIB

Masyarakat Medan Diimbau untuk Waspada Paham Radikal
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Kepala BNPT Boy Rafli Amar. [Foto: Istimewa]

Selain itu, membangun kesiapsiagaan secara nasional baik dari unsur pemerintah, masyarakat, lintas agama, sosial, dan suku.

SuaraSumut.id - Masyarakat Medan diimbau untuk mewaspadai perkembangan paham radikal, dan terorisme di tengah upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19.

"Selain memperkuat sinergitas, kita harapkan dialog ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya paham radikal dan terorisme," kata Pjs Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, dilansir dari Antara, Rabu (2/12/2020).

"Saya mengimbau agar seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh, dan selalu mewaspadai ajakan-ajakan untuk mengikuti paham radikal dan terorisme," tegas Arief.

Kepala BNPT Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut, tugas lembaga yang dipimpinnya pertama, yakni fokus melakukan upaya pencegahan penyebarluasan faham radikal, intoleran, dan terorisme.

Baca Juga: 5 Jam Diperiksa soal Dugaan Kampanye di Masjid, Salman: Ada 28 Pertanyaan

Selain itu, membangun kesiapsiagaan secara nasional baik dari unsur pemerintah, masyarakat, lintas agama, sosial, dan suku.

"Peran BNPT adalah fungsi koordinasi, termasuk dengan pemerintah di tingkat daerah. Sebab, penindakan dilakukan oleh satuan tugas yang dilaksanakan oleh aparatur negara dalam hal ini aparat TNI-Polri. Dalam bidang lainnya, khususnya pencegahan, BNPT melaksanakan amanat Undang-undang No.5/2018, membangun kesiapsiagaan nasional, melakukan kontra radikalisasi, dan melakukan deradikalisasi," katanya.

Terkait aksi teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Boy Rafli mengatakan, saat ini sebanyak 800 orang personil TNI/Polri berada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah akibat wilayah yang cukup luas, di antaranya kawasan gunung yang berbatasan Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Kawasan ini sangat luas, dan masyarakat yang diganggu kelompok MIT yang dipimpin oleh Ali Kalora bisa memasuki ketiga kabupaten tersebut. Jadi, kita mohon doa dari masyarakat agar tim TNI/Polri yang saat ini bertugas, bisa secepat-cepatnya melumpuhkan para pelaku diestimasi kurang lebih sekitar 10 orang," pungkasnya.

Baca Juga: Datangi Kantor Panwas, Dua Emak-emak Kembalikan Uang Dugaan Money Politik

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait