SuaraSumut.id - Polisi memeriksa enam orang saksi terkait kebocoran pipa gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Madina.
Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang meninggal dan lainnya pingsan akibat gas beracun.
Korban meninggal diketahui, Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Syahrani (14), dan Dahni.
"Penyelidikan masih dilakukan, dan 6 orang saksi sudah diperiksa," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Rabu (27/1/2021).
Pihak dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan KBR Gegana Brimob hingga masih memeriksa kondisi di lokasi.
"Hari ini dari kementerian ESDM dari dan KBR Gegana Brimob mengecek lokasi," ujarnya.
Peristiwa berawal saat salah satu pekerja membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi (fluida). Saat pipa dibuka malah mengeluarkan gas beracun.
Warga yang mengetahui mendatangi pekerja agar menutup kran isolasi karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur.
"24 warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun pingsan. Seorang personel polisi dirawat di rumah sakit, dan lima orang meninggal dunia dibawa ke puskesmas," pungkasnya. [Antara]