"Saya langsung lemas, gak bisa ngapain-ngapain lagi," katanya.
Menurutnya, Hendro sudah bertugas selama 10 tahun di kapal selam tersebut.
"Di kapal selam itu ada tingkat almarhum berada di bagian pompa, letaknya di ruangan paling bawah," ungkapnya.
Gelar Tahlilan dan Salat Gaib
Pihak keluarga yang terus menggali informasi soal keselamatan prajurit di KRI Nanggala 402, mendapat kecil kemungkinan kru yang di dalam kapal selamat.
Baca Juga:Diduga Nyindir Rizky Billar, Ridho DA Klarifikasi dan Minta Maaf
Keluarga pun ikhlas dengan musibah kejadian ini. Jumat (23/4/2021) malam kemarin, pihak keluarga akhirnya menggelar tahlilan dan salat gaib.
"Kami kirim doa, agar almarhum tenang disana, Senin (26/4/2021) malam ini juga mau tahlilan lagi," tangisnya.
Kirim Baju Kaos Kopaska
Dua minggu sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan baju kaos berwarna abu-abu dengan tulisan Kopaska dengan gambar sablon siluet seorang penyelam.
"Yang membawa keponakan, jumpa dengan Hendro di Surabaya. Dibawakan oleh kaos oleh-oleh Kopaska, ada 5 kaos yang dibawakan untuk abang dan kakaknya," kata Ririn.
Baca Juga:Jalan Sunyi Para Pembelah Samudera, Kronologi Tragedi Nanggala 402
Ia mengatakan, tidak ada pesan terakhir yang menjadi isyarat kepergian almarhum.