alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Imbas Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisman ke Sumut Hanya 85 Orang

Suhardiman Selasa, 04 Mei 2021 | 14:07 WIB

Imbas Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisman ke Sumut Hanya 85 Orang
Danau Toba di Parapat, Sumatera Utara, Indonesia pada 21 Juli 2020. [Foto/Anadolu Agency]

Ia mengatakan, wisatawan yang masuk melalui Bandara Kualanamu hanya 73 orang dan dari Pelabuhan Belawan hanya 12 orang.

SuaraSumut.id - Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara hingga triwulan I 2021 hanya 85 kunjungan.

Jumlah tersebut menurun 99,27 persen jika dibandingkan periode 2020 yang mencapai 44.030 kunjungan.

Wisman masuk ke Sumatera Utara tercatat melalui empat pintu, yaitu Bandara Kualanamu, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan Bandar Udara Silangit.

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut terdampak pandemi Covid-19 di triwulan I masih 85 orang atau turun 99,27 persen," kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, dilansir Antara, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Sadis! Perawat Disiram Bensin dan Dibakar Orang Tak Dikenal Saat Bertugas

Ia mengatakan, wisatawan yang masuk melalui Bandara Kualanamu hanya 73 orang dan dari Pelabuhan Belawan hanya 12 orang.

"Sedangkan dari Bandara Silangit dan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan nihil," jelasnya.

Wisatawan yang masuk ke Sumut antara lain dari Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia Filipina, Vietnam, Singapura, Belanda, Australia, dan Turki.

"Diprediksi jumlah wisatawan mancanegara masih terbatas karena pandemi Covid-19 masih berlangsung di berbagai negara," ujarnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution mengaku, bisnis perjalanan wisata/travel masih belum pulih akibat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Baca Juga: Nikita Mirzani Pajang Foto Pacar, Warganet Yakin Sosok Artis Ini

"Hampir semua negara juga masih belum membuka negaranya untuk menerima wisatawan, kecuali untuk perjalanan tertentu seperti perjalanan dinas, diplomatik, dan hal-hal tertentu lainnya. Jadi wajar saja jumlah wisman masih anjlok dan otomatis bisnis perjalanan wisata masih stagnan," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait