alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korupsi Pembangunan Dermaga Jeti Kuala Krueng Pudeng Disidik Kejari

Tasmalinda Minggu, 09 Mei 2021 | 17:09 WIB

Korupsi Pembangunan Dermaga Jeti Kuala Krueng Pudeng Disidik Kejari
Penyidik kejaksaan menggeledah Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di Banda Aceh, Kamis [ANTARA] Korupsi Pembangunan Dermaga Jeti Kuala Krueng Pudeng Disidik Kejari

Kejaksaan Negeri atau Kejari Aceh Besar tengah mengusut dugaan kasus korupsi pembangunan dermaga Jati Kaula.

SuaraSumut.id - Kasus korupsi pembangunan dermaga jeti kuala Krueng Pudeng dengan nilai kontrak Rp13,3 miliar tengah disidik Kejaksaan Negeri atau Kejari Aceh Besar.

Dilansir dari ANTARA, Kepala Kejari Aceh Besar Rajendra D Wiritanaya melalui Kepala Seksi Intelijen Deddi Maryadi di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pengusutan dugaan tindak pidana korupsi tersebut sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

"Penanganan kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah didapat bukti awal yang cukup di tahap penyelidikan. Namun, penyidik belum menetapkan tersangkanya," kata Deddi Maryadi.

Pembangunan dermaga jeti kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, dikerjakan Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun anggaran 2019 dengan pagu anggaran Rp17,4 miliar. dengan nilai kontraknya Rp13,3 miliar.

Baca Juga: Polda Sumut Akan Sanksi Tegas Petugas yang Loloskan Pemudik

Dalam pengerjaan pembangunannya, kata Deddi Maryadi, ditemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis pelaksanaan, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Namun, kata Deddi Maryadi, penyidik belum sampai ke perhitungan kerugian negara. Penyidik terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Kami segera memanggil dan memintai keterangan para pihak terkait pada tahap penyidikan. Sedangkan di tahap penyelidikan, ada 30 orang yang sudah dimintai keterangan, di antaranya dari Dinas Pengairan Aceh, konsultan, maupun rekanan," kata Deddi Maryadi. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait