Melalui Tangan Irjen Agung Setya, Budaya Saling Menolong Antarkan Kesembuhan Warga Sumut

Dirinya sudah tak tahu lagi mau dibawa kemana berobat Mamaknya yang tiap hari merintih kesakitan.

Suhardiman
Senin, 14 Agustus 2023 | 00:47 WIB
Melalui Tangan Irjen Agung Setya, Budaya Saling Menolong Antarkan Kesembuhan Warga Sumut
Pasien dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. [Ist]

Awalnya pesan dikirim tak dibalas. Namun, kata Chaisar, dirinya salah. Pesan dikirim bukan berarti tak dibaca atau direspons Irjen Agung Setya. Ternyata mantan Kapolda Riau itu langsung memerintahkan Kabid Dokkes Polda Sumut dan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk turun menangani aduan tersebut segera dituntaskan.

"Perwira dengan pangkat AKBP langsung menelepon saya untuk menanyakan kondisi Mamak. Saya ceritakan apa adanya tanpa dikurangi atau dilebihkan. Kamis sore ditanya-tanya, malamnya pukul 19.30 WIB, sudah datang paramedis ke rumah menggunakan ambulans guna cek kesehatan. Malam itu juga Mamak dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi," cerita Chaisar.

Setibanya di sana, Hotna Naibaho diperiksa langsung oleh dokter. Mulai dari pengambilan sampel darah, cek jantung, gula, darah tinggi, rontgen perut serta cek kesehatan lainnya. Chaisar ketika itu dijelaskan oleh dokter, perut orang tuanya didiagnosa sementara membesar bisa jadi akibat tumor dan atau cairan tak keluar.

Berbagai tindakan, vitamin, dan obat-obatan dimasukkan ke dalam tubuh Hotna Naibaho. Esok malamnya, Jumat (11/8/2023), pasien sudah buang air besar dan kecil, serta buang angin. Kesemuanya selama ini tak pernah dialami Hotna.

Baca Juga:Titipkan PPP ke Tokoh Agama Manggarai Barat, Mardiono: Agar Diberikan Kepercayaan Rakyat di Pemilu 2024

"Sabtu kemarin dokter sudah ambil sampel dari dalam perut mamak. Ternyata cairan bukan tumor. Puji Tuhan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda sudah mengetuk hati masyarakat Sumut untuk tolong-menolong dalam kebaikan merupakan sebagai nilai budaya warga Medan, dan Sumut," ungkapnya.

Hingga kini Hotna Naibaho masih menjalani proses pemulihan dan penyembuhan di ruangan Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Dokter masih menangani pasien hingga sembuh serta diketahui apa penyebab atau pemicu orang tua Chaisar mengalami penyakit tersebut.

Dokter sudah melakukan proses pembuangan cairan dari dalam perut dengan memasang alat berbentuk selang, draine di rongga perut pasien. Sabtu siang cairan sudah dikeluarkan sekitar 10 liter, serta Minggu pagi 1,5 liter.

"Pasien mengalami penimbunan cairan akibat susah atau gangguan buang air kecil. Pasien akui itu, suka menahan-nahan buang air. Kita sudah melakukan USG dan foto scan, serta mengambil sampel untuk dibawa ke laboratorium. Kita belum tahu penyebab pastinya," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi, AKBP drg Jauhari Ginting.

Jauhari Ginting mengatakan, sambil menjalani proses penyembuhan pasien, dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dipastikan akan menanganinya dengan maksimal. Perut membesar, tuturnya, merupakan gejala yang tampak, namun apa penyebabnya hingga seperti itu, belum diketahui.

Baca Juga:Resep Mudah Nasi Goreng untuk Para Mahasiswa dan Anak Kost

"Kami masih menunggu hasil lainnya, kenapa atau apa pemicunya, penyebabnya perut pasien membesar. Saya mengimbau kepada masyarakat jika ingin buang air, jangan ditahan-tahan. Keluarkan saja, kalau tidak akan jadi masalah nantinya," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini