5 Tradisi Menyambut Ramadan di Sumut yang Sarat Makna

Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai keislaman di tengah masyarakat.

Suhardiman
Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:40 WIB
5 Tradisi Menyambut Ramadan di Sumut yang Sarat Makna
Ilustrasi pawai obor menyambut ramadan. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Masyarakat Sumut menyambut Ramadan dengan ziarah kubur mendoakan leluhur sebagai pengingat spiritual kehidupan akhirat.
  • Pawai obor di Medan dan pesisir Sumut dilakukan anak muda melantunkan shalawat, melambangkan cahaya Islam menyambut berkah.
  • Tradisi Marpangir berupa mandi rempah menyucikan diri lahir batin, sementara Punggahan adalah makan bersama sebagai ungkapan syukur.

SuaraSumut.id - Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Provinsi yang dikenal dengan keberagaman etnis ini memiliki beragam tradisi menyambut Ramadan.

Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai keislaman di tengah masyarakat. Berikut tradisi menyambut Ramadan di Sumatera Utara yang sarat makna:

1. Ziarah Kubur

Menjelang Ramadan, masyarakat di berbagai daerah di Sumut melakukan ziarah kubur untuk mendoakan leluhur. Tradisi ini mencerminkan nilai spiritual, sekaligus menjadi pengingat akan kehidupan akhirat. Ziarah kubur juga menjadi momentum refleksi diri sebelum menjalani ibadah puasa.

2. Pawai Obor

Pawai obor Ramadan banyak dijumpai di Medan dan daerah pesisir Sumut. Anak-anak hingga remaja berkeliling kampung sambil membawa obor dan melantunkan shalawat. Tradisi ini melambangkan cahaya Islam dan sukacita dalam menyambut bulan penuh berkah.

3. Marpangir

Tradisi marpangir merupakan ritual mandi menggunakan air rempah dan dedaunan wangi. Biasanya dilakukan sehari sebelum Ramadan sebagai simbol penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Tradisi ini masih dijaga oleh masyarakat Batak Muslim di Sumut.

4. Pembersihan Masjid

Gotong royong membersihkan masjid menjadi tradisi yang hampir selalu dilakukan. Karpet dicuci, halaman dibersihkan, dan interior masjid dirapikan. Kegiatan ini menumbuhkan semangat kebersamaan serta mempersiapkan rumah ibadah agar nyaman selama Ramadan.

5. Punggahan

Punggahan merupakan tradisi yang dilakukan satu hingga dua hari sebelum Ramadan dengan menggelar makan bersama keluarga besar atau warga sekitar.

Makna punggahan adalah ungkapan rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu bulan suci. Selain itu, punggahan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan saling memaafkan sebelum memasuki Ramadan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini