- Seorang ibu muda bernama Lirahayu Siregar tewas akibat tersambar petir saat berteduh dari hujan di Simalungun, Selasa malam.
- Suami korban mengalami luka serius dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah tersambar petir tersebut.
- Ketiga anak pasangan tersebut berhasil selamat tanpa luka fisik berkat aksi anak sulung yang segera mencari pertolongan warga.
SuaraSumut.id - Tragedi memilukan terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Seorang ibu muda dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat sedang berteduh bersama keluarganya di kawasan Latek 32, Afdeling II, Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan.
Peristiwa nahas itu juga menyebabkan sang suami mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara tiga anak mereka secara ajaib berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, awalnya keluarga tersebut dalam perjalanan pulang menuju kediaman mereka di Huta II, Nagori Tanjung Hataran, sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban diketahui bernama Suratman Damanik (49), yang mengendarai sepeda motor bersama istrinya, Lirahayu Siregar (30), serta ketiga anak mereka, yakni NFD (11), GD (6), dan DSD yang masih berusia tiga tahun.
Baca Juga:Ambulans Pengantar Pasien dari Medan Jatuh ke Jurang di Dairi, Perawat Tewas
Di tengah perjalanan, hujan deras tiba-tiba turun cukup lebat. Kondisi cuaca memaksa keluarga tersebut menghentikan perjalanan dan mencari tempat berteduh di kawasan Latek 32 Afdeling II.
Situasi malam yang gelap membuat Lirahayu menyalakan lampu senter dari telepon genggam miliknya untuk membantu penerangan di sekitar lokasi.
"Namun nahas, saat itu petir menyambar hingga Suratman dan Lirahayu tak sadarkan diri," katanya, Rabu, 17 Juni 2026.
Keberanian Anak Sulung Selamatkan Keluarga
Di tengah kepanikan, anak sulung mereka yang baru berusia 11 tahun menunjukkan keberanian luar biasa. NFD berlari sejauh kurang lebih 500 meter menuju Pondok Afdeling II untuk mencari bantuan warga sekitar.
Baca Juga:Perdagangan Sisik Trenggiling di Simalungun Digagalkan, 3 Pria Ditangkap
Aksi bocah tersebut membuat warga segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Petugas dari Polsek Bandar Huluan yang juga mendapat laporan tueun ke lokasi kejadian.
Selanjutnya, Suratman dan Lirahayu dilarikan ke rumah sakit untuk pendapat perawatan medis. Sayangnya, nyawa Lirahayu Siregar tidak berhasil diselamatkan.
Jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka. Sementara itu, Suratman Damanik masih berjuang melawan maut dan hingga kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Laras. Tiga anak mereka dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik.
Kontributor : M. Aribowo