facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanggapan FPI yang Ternyata Markasnya Didatangi Perempuan Mata-mata Jerman

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah Selasa, 29 Desember 2020 | 11:11 WIB

Tanggapan FPI yang Ternyata Markasnya Didatangi Perempuan Mata-mata Jerman
Sekretaris Umum FPI Munarman. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Anggota Komisi I DPR RI mengungkap siapa sebenarnya perempuan disebut staf Kedubes Jerman yang menyambangi markas FPI

SuaraSumut.id - Anggota Komisi I DPR, M. Farhan mengungkap bahwa perwakilan dari Kedutaan Besar Jerman yang menyambangi markas FPI di Petamburan bukan merupakan staf atau diplomat, melainkan seorang intelijen atau mata-mata bernama Suzanhol.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau FPI, Munarman angkat bicara. Ia mengaku enggan ambil pusing soal identitas asli perempuan yang disebut dari Kedubes Jerman ternyata seorang intelijen.

Munarman justru merasa, kedatangan perempuan itu sengaja datang lantaran mengetahui bahwa di balik tewasnya enam laskar FPI berhubungan dengan intelijen.

"Hal itu berarti, pihak luar sangat paham, bahwa masalah pembantaian enam anggota FPI tersebut adalah merupakan masalah intelijen," kata Munarman melalui pesan singkat kepada Suara.com, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: Kritik Habib Rizieq Hingga Akun IG Hilang, Nikita Mirzani Bangkrut?

Kendati begitu, Munarman belum menanggapi lebih jauh terkait hal tersebut. Dirinya hanya memberi jawaban singkat.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Farhan mengungkapkan, berdasarkan data yang ia peroleh diketahui nama Suzanhol tercatat di Bundesnachrichtendienst (BND), sebuah lembaga intelijen Jerman.

"Ternyata ketika dilakukan penyelidikan ke beberapa sumber kita di Berlin langsung, ini nama perempuannya Suzanhol dia adalah bukan pula pegawai pemerintah tercatat di Kementerian Luar Negeri Jerman. Dia tercatat sebagai pegawai di BND. BND itu Badan Intelijen Jerman," kata Farhan dalam diskusi daring, Minggu (27/12/2020).

Dugaan bahwa perwakilan Kedubes Jerman bukan merupakan diplomat melainkan mata-mata ialah lantaran permintaan persona non grata terhadap perempuan yang bersangkutan tidak dipenuhi oleh Kedubes Jerman. Pihak Jerman hanya sebatas memulangkan yang bersangkutan ke negara asal.

Kedubes Jerman datangi markas FPI. (Foto: FPI)
Kedubes Jerman datangi markas FPI. (Foto: FPI)

"Kita minta udah persona non grata. Tidak dijalankan persona non grata-nya. Ternyata dia memang tidak bisa di-persona non grata karena dia bukan diplomat," kata Farhan.

Baca Juga: Suzanhol ke Markas FPI, Munarman: Pembantaian Laskar FPI Masalah Intelijen

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyesalkan staf Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman yang sempat mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Jalan Petamburan, Jakarta Pusat. Hasanuddin menilai, seharusnya Jerman bisa menghormati dan beretika dalam hubungan diplomasi dengan Indonesia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait