Saat itu petugas kesehatan datang untuk memeriksa kondisi Bedul. Penganiayaan dilakukan oleh para terdakwa pada saat pertama kali Bedul masuk ke panti rehab.
Terdakwa IS meminta izin kepada TS untuk memukul Bedul. Lalu IS dan HS masuk ke dalam kerangkeng manusia. HS dan IS memukul wajah dan kepala Bedul. Selanjutnya HS memukul wajah Bedul hingga jatuh ke lantai.
Selanjutnya mereka menyuruh Bedul tengkurap di lantai. Mereka menyelang Bedul dalam kondisi tidak mengenakan baju. Para terdakwa menyelang tubuh Bedul secara bergantian dan saat HS dan IS keluar, TS kembali melakukan hal yang sama terhadap korban.
"Saksi melihat Bedul mengalami luka pada baigan muka dan pipi. Hampir seluruh punggung atau sekitar 80 persen mengalami luka mengelupas dan mengeluarkan darah," cetusnya.
Baca Juga:Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Kantor Pemkab Karawang, Ini Tuntutannya
Dalam BAP yang dibacakan JPU, kondisi Bedul semakin melemah dan menghembuskan nafas terakhirnya. Kemudian, jenazah Bedul dimandikan oleh empat orang anak kerangkeng manusia, bersama ustaz yang tidak dikenalinya.
Setelah dikafani, jenazah Bedul tidak disalatkan. Tidak lama kemudian datang satu unit ambulans untuk membawa jenazah Bedul. Saat itu Sribana PA yang merupakan Ketua DPRD Langkat ada di lokasi hingga jenazah korban di bawa ke ambulans.
Atas keterangan saksi yang dibacakan JPU, para terdakwa mengatakan keberatan dan tidak mengetahuinya. Majelis hakim memutuskan persidangan itu dilanjutkan Selasa 27 September 2022.