- Pemuda berusia 24 tahun bernama Reimi tewas setelah dianiaya dua bersaudara di Abdya pada Minggu.
- Penganiayaan maut tersebut dipicu oleh perselisihan saat bermain batu domino yang berlanjut menjadi perkelahian fisik.
- Korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat di kepala, sementara pelaku saat ini sedang diburu polisi.
SuaraSumut.id - Perselisihan saat bermain batu domino berujung maut di Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Minggu (25/10/2026).
Seorang pemuda bernama Reimi (24) meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat di bagian kepala akibat perkelahian yang terjadi setelah cekcok tersebut.
Peristiwa berdarah itu bermula ketika Reimi bersama sejumlah rekannya bermain domino di sebuah gubuk di desa setempat.
Di tengah permainan, Reimi terlibat adu mulut dengan Elizar (23). Perselisihan yang diduga berkaitan dengan kekalahan taruhan itu kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik.
Melihat adiknya terlibat duel, Mashendra (27) datang membantu Elizar. Keributan tersebut sempat dilerai oleh teman-teman mereka yang berada di lokasi hingga akhirnya masing-masing membubarkan diri.
Saat dalam perjalanan pulang, korban menyadari pelipis mata sebelah kirinya mengalami pendarahan. Lantaran tidak terima, korban memutuskan kembali ke gubuk hingga perkelahian kembali pecah antara korban dengan kakak beradik tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Maiyudi, melansir Antara, Selasa (27/10/2026).
Korban Tergeletak Berlumuran Darah
Keributan susulan itu diketahui seorang rekan mereka bernama Mudin. Ia langsung berlari menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah menyadari adanya keributan.
Setibanya di lokasi, Mudin mendapati Reimi sudah terkapar berlumuran darah. Sementara itu, Mashendra dan Elizar diduga melarikan diri dari tempat kejadian. Mudin kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit sekitar pukul 08.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Korban sempat dimasukkan ke ruang ICU pada pukul 10.00 WIB karena mengalami pendarahan hebat di bagian kepala, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 10.30 WIB," ujarnya.
Polisi Buru Dua Bersaudara
Maiyudi mengatakan pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kasus ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga korban.
"Personel sedang bergerak di lapangan untuk melacak dan menangkap pelaku. Kasus ini dilaporkan langsung oleh pihak keluarga korban," katanya.