Skoliosis Mengintai, Hati-Hati dengan Kebiasaan Sehari-hari Ini

Skoliosis pada lansia biasanya dikenal sebagai skoliosis degeneratif.

Suhardiman
Jum'at, 28 Februari 2025 | 11:34 WIB
Skoliosis Mengintai, Hati-Hati dengan Kebiasaan Sehari-hari Ini
Ilustrasi skoliosis. (Freepik)

SuaraSumut.id - Kebiasaan bermain gawai dengan waktu lama sambil menundukkan kepala hingga memutarkan badan untuk menghilangkan pegal dapat menyebabkan penyakit tulang belakang atau skoliosis.

Hal ini dikatakan oleh konsultan tulang belakang Eka Hospital BSD, Phedy, dikutip dari Antara, Jumat (28/2/20250.

"Banyak orang yang merasa pegal, lalu memutar badan dengan istilah kretek. Ketika itu dilakukan dengan kencang, ada sendi yang kemudian cedera dan ini bisa menyebabkan orang terkena penyakit tulang belakang atau skoliosis," kata Phedy.

Skoliosis merupakan kondisi kelainan bentuk tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping.

Kelainan ini dapat terjadi pada berbagai usia, termasuk lansia. Skoliosis pada lansia biasanya dikenal sebagai skoliosis degeneratif.

Skoliosis degeneratif pada orang tua sering kali disertai dengan gangguan kesetimbangan tubuh, baik ke samping maupun ke belakang, sehingga tubuh penderita tampak miring ke samping dan bungkuk ke depan.

"Pada kasus yang berat, skoliosis degeneratif dapat disertai dengan pergeseran tulang belakang dan syaraf terjepit," ujarnya.

Penyebab skoliosis pada lansia umumnya terjadi karena faktor penuaan diskus dan sendi, osteoporosis, yakni tulang yang melemah.

"Artritis tulang belakang, yakni peradangan pada sendi tulang belakang, dedera atau trauma," ungkapnya.

Penanganan skoliosis pada lansia bertujuan untuk memperbaiki keseimbangan, mengurangi nyeri, memperbaiki mobilitas, dan mencegah progresivitas kelengkungan tulang belakang.

Ada beberapa metode pengobatan yang dapat diterapkan, meliputi terapi fisik dan latihan, seperti peregangan dan yoga, penguatan otot inti dan punggung dan keseimbangan untuk mengurangi risiko jatuh.

Penggunaan obat dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan serta untuk mengobati osteoporosis. Lalu, penggunaan penyangga (brace) diberikan bila terdapat nyeri hebat akut dan hanya boleh dipakai untuk jangka pendek.

"Operasi diindikasikan bila skoliosis yang dialami mencapai kelengkungan lebih dari 50 derajat. Bila terdapat gangguan kesetimbangan lebih dari 3 sentimeter, baik ke depan maupun ke samping yang tidak membaik dengan terapi fisik," jelasnya.

Ada juga beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang, yakni menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri atau berjalan. Melakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas.

Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang. Menghindari kebiasaan buruk, seperti membungkuk saat duduk atau membawa beban berat secara berlebihan. Menghindari asap rokok dan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mendeteksi kelainan tulang sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini